Hutang Negara Bukan Sekedar Angka

Pantau Proses Hutangnya, Awasi Dampaknya

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Menanggung Dampaknya?

Lihat Publikasi

Daftar Publikasi

Semua Publikasi KPPII

Filter Kategori

Rilis: Transisi Energi Berkeadilan Harus Memastikan Perlindungan Masyarakat dan Akuntabilitas Produsen Kendaraan Listrik

Rilis: Transisi Energi Berkeadilan Harus Memastikan Perlindungan Masyarakat dan Akuntabilitas Produsen Kendaraan Listrik

Kategori: Sikap Koalisi
Penulis: Siti Aminah Tardi — Direktur Eksekutif ILRC dan Tri Febi Maharani — Peneliti ILRC
Halaman: 0 halaman

Sinopsis

Rilis: Transisi Energi Berkeadilan Harus Memastikan Perlindungan Masyarakat dan Akuntabilitas Produsen Kendaraan Listrik ILRC, Jakarta, 22 Oktober 2026 Setiap 22 Oktober, Hari Energi Sedunia (World Energy Day) diperingati untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya energi bagi kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa akses terhadap energi, pengelolaan sumber daya, dan perubahan sistem energi perlu menjadi bagian dari agenda pembangunan yang berkelanjutan. Di Indonesia, transisi energi menjadi tantangan penting di tengah ketergantungan pada energi fosil dan meningkatnya kebutuhan terhadap energi yang lebih bersih. Sebagai negara dengan potensi energi terbarukan serta cadangan mineral yang besar, Indonesia memiliki posisi strategis dalam perubahan sistem energi global. Namun, transisi energi juga perlu memperhitungkan dampak pertambangan, pembangunan infrastruktur, dan industri pengolahan mineral terhadap lingkungan dan masyarakat, termasuk perempuan, masyarakat adat, petani, nelayan, serta kelompok rentan lainnya. Persoalan keadilan juga terlihat dalam perkembangan elektrifikasi kendaraan. Kendaraan listrik menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi, tetapi produksi baterainya membutuhkan mineral, termasuk nikel, yang proses ekstraksinya dapat menimbulkan perubahan bentang alam, pencemaran, konflik agraria, dan kehilangan ruang hidup. Dengan demikian, dampak lingkungan dan sosial di sepanjang rantai pasok perlu menjadi perhatian dalam menilai keberlanjutan industri kendaraan listrik. Selengkapnya dapat di baca pada dokumen:

KPPII Powered by Debt Gastech 2026

KPPII Powered by Debt Gastech 2026

Kategori: Kebijakan Safeguard
Penulis: Siti Aminah and Meiki Palandong
Halaman: 18 halaman

Sinopsis

Powered by Debt Ketika pembiayaan energi membawa dampak bagi masyarakat. Proyek Jawa-1 menunjukkan bagaimana pembangunan infrastruktur dan pembiayaan energi dapat menghadirkan persoalan lingkungan, mata pencaharian, kesehatan, serta ketimpangan dampak terhadap perempuan. Melalui pengalaman masyarakat dalam menggunakan ADB Accountability Mechanism, KPPII merekam perjuangan untuk mendapatkan akuntabilitas dan pemulihan. Dokumentasi, solidaritas, dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memastikan pembangunan tidak mengorbankan hak masyarakat.

“Korporatisasi Negara” untuk Mengakses Utang Luar Negeri Melalui PT. Indonesia Infrastructure Finance (IIF)

“Korporatisasi Negara” untuk Mengakses Utang Luar Negeri Melalui PT. Indonesia Infrastructure Finance (IIF)

Kategori: Pantau Hutang
Penulis: ELSAM – WALHI – debtWATCH Indonesia – ILRC – INDIES – WALHI Sulawesi Selatan – WALHI Jawa Barat – TuK Indonesia – KruHA
Editor: KPPII
Halaman: 24 halaman
ISBN: 123 1234 12345 123456

Sinopsis

PT. Indonesia Infrastructure Finance (IIF) adalah perusahaan yang berstatus “perusahaan swasta nasional”1 dan “praantara keuangan” yang bergerak di bidang Pembiayaan Proyek Infrastruktur dan yang mengklaim memakai “praktik terbaik berdasarkan standar internasional …untuk perlindungan sosial dan lingkungan”2 dengan produk perusahaan berupa Produk Investasi dan Jasa Konsultasi.

Policy Brief: The World Bank/AIIB Indonesian National “Slum Upgrading” Project: Safeguard Violations and Weak Country System Analysis

Policy Brief: The World Bank/AIIB Indonesian National “Slum Upgrading” Project: Safeguard Violations and Weak Country System Analysis

Kategori: Kebijakan Safeguard
Penulis: Institute for Policy Research and Advocacy (ELSAM): andi@elsam.or.id Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI): zenzi.walhi@gmail.com WALHI South Sulawesi: muhammad.al.amien@gmail.com The Ecological Justice: rio.ismail@gmail.com Transformasi untuk Keadila
Editor: KPPII
Halaman: 29 halaman

Sinopsis

Indonesia's President Jokowi has launched the ambitious "100-0-100 Program" with a laudable goal of 100 per cent access to potable water, 0 slums, and 100 per cent access to sanitation for urban inhabitants by 2019. The Cities Without Slums Program (KOTAKU) is a national platform funded by various sources, including central and local governments, the private sector, and various financial institutions. The KOTAKU program has been budgeted as a high priority program in the draft 2017 National Budget (Draft Budget) and in the National Medium Term Development Plan (RPJMN) from 2015 to 2019.

Laporan Penilaian Kesetaraan dan Akseptabilitas Sistem Perlindungan Lingkungan dan Sosial Indonesia serta PLN terhadap SPS ADB

Laporan Penilaian Kesetaraan dan Akseptabilitas Sistem Perlindungan Lingkungan dan Sosial Indonesia serta PLN terhadap SPS ADB

Kategori: Buku/Jurnal
Penulis: WALHI Sulawesi Selatan WALHI Nusa Tenggara Barat WALHI Jawa Barat Satya Bumi IGJ INDIES Pusakata LSBH Nusa Tenggara Barat LBH Mataram
Editor: KPPII
Halaman: 13 halaman

Sinopsis

Menurut dokumen yang baru diunggah di website ADB pada 2013, BAPPENAS telah meminta ADB untuk melakukan assessment CSS untuk dua perlindungan yaitu : (1) Lingkungan Hidup dan (2) Pemindahan Secara Tidak Sukarela. Permintaan itu dimaksudkan agar nantinya semua proyek ADB di Indonesia menggunakan sistem negara untuk perlindungan terhadap Lingkungan Hidup dan penggusuran. Dapat diartikan tidak lagi memakai safeguards ADB

Social and Environmental Safeguards for Infrastructure Finance supported by Multilateral Development Banks

Social and Environmental Safeguards for Infrastructure Finance supported by Multilateral Development Banks

Kategori: Kebijakan Safeguard
Penulis: Ecological Justice, Indonesian Legal Resource Center (ILRC), TUK Indonesia, WALHI, WALHI Jawa Barat, Indonesia Corruption Watch (ICW), ELSAM, Ulu Foundation, Urgewald, Gender Action, debtWATCH Indonesia (dWI), Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA)
Editor: ILRC
Halaman: 60 halaman
ISBN: ISBN : 978 - 602 - XXXX - XX - X

Sinopsis

Bank Dunia merencanakan perubahan kedua Social and Environmental Safeguard, yang dikhawatirkan akan menghilangkan prinsip-prinsip Hak-Hak Azasi Manusia (HAM) sebagai panduan/referensi kebijakan-kebijakan Bank Dunia terutama dalam memberikan pinjaman kepada negaranegara di belahan selatan planet ini. Terdapat beberapa pendapat kenapa Bank Dunia melakukan perubahan Social and Environmental Safeguard tersebut, ada yang beranggapan karena ada kompetisi dengan lembaga keuangan internasional lainnya yaitu AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank). Di mana AIBB juga memberikan pinjaman kepada negara-negara di belahan selatan planet ini tanpa mencantumkan syarat-syarat adanya perlindungan masyarakat dan lingkungan, khususnya soal perlindungan HAM. Walaupun ternyata Bank Dunia juga terlibat di dalam proyek-proyek yang didanai oleh AIIB tersebut. Kemudian, argumen yang lain juga ternyata ada tekanan di internal Bank Dunia sendiri untuk merubah sistem perlindungan masyarakat dan lingkungan tersebut.

Pengamanan Sosial dan Lingkungan bagi Perantara Pembiayaan Infrastruktur yang didukung oleh Bank-Bank Pembangunan Multilateral

Pengamanan Sosial dan Lingkungan bagi Perantara Pembiayaan Infrastruktur yang didukung oleh Bank-Bank Pembangunan Multilateral

Kategori: Kebijakan Safeguard
Penulis: Ecological Justice Indonesian Legal Resource Center (ILRC) TUK Indonesia WALHI WALHI Jawa Barat, Indonesia Corruption Watch (ICW) ELSAM Ulu Foundation Urgewald Gender Action debtWATCH Indonesia (dWI) Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Biotani B
Editor: ILRC
Halaman: 62 halaman
ISBN: 978 - 602 - XXXX - XX - X

Sinopsis

Bank Dunia merencanakan perubahan kedua Social and Environmental Safeguard, yang dikhawatirkan akan menghilangkan prinsip-prinsip Hak-Hak Azasi Manusia (HAM) sebagai panduan/referensi kebijakan-kebijakan Bank Dunia terutama dalam memberikan pinjaman kepada negaranegara di belahan selatan planet ini. Terdapat beberapa pendapat kenapa Bank Dunia melakukan perubahan Social and Environmental Safeguard tersebut, ada yang beranggapan karena ada kompetisi dengan lembaga keuangan internasional lainnya yaitu AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank). Di mana AIBB juga memberikan pinjaman kepada negara-negara di belahan selatan planet ini tanpa mencantumkan syarat-syarat adanya perlindungan masyarakat dan lingkungan, khususnya soal perlindungan HAM. Walaupun ternyata Bank Dunia juga terlibat di dalam proyek-proyek yang didanai oleh AIIB tersebut. Kemudian, argumen yang lain juga ternyata ada tekanan di internal Bank Dunia sendiri untuk merubah sistem perlindungan masyarakat dan lingkungan tersebut

Mencari  Celah Pemecahan Masalah

Mencari Celah Pemecahan Masalah

Kategori: Buku/Jurnal
Penulis: Meiki Wemly Paendong, Siti Aminah Tardi, Putri Rodiyatul Mardiah
Editor: iti Aminah Tardi, Renata Arianingtyas
Halaman: 44 halaman
ISBN: xii + 32 halaman, Desember 2025

Sinopsis

Penyusunan laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran sekaligus pembelajaran mengenai bagaimana Mekanisme Akuntabilitas ADB dapat dimanfaatkan untuk merespons dan mencari jalan keluar atas dampak negatif yang timbul dari proyek pembangunan yang dibiayai melalui pinjaman ADB. Dalam hal ini, laporan difokuskan pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 1. Dokumen ini merangkum pengalaman warga terdampak proyek PLTGU Jawa 1 di Desa Muara, Cilamaya, Kabupaten Karawang, dalam memperjuangkan pertanggungjawaban atas kerusakan lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh proyek tersebut. PLTGU Jawa 1, yang didanai oleh konsorsium internasional termasuk ADB, dibangun di atas lahan pertanian dan wilayah tangkap nelayan. Pembangunan ini berdampak pada hilangnya mata pencaharian, menurunnya kualitas air laut, berkurangnya debit air tanah, serta berbagai gangguan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Beragam keluhan telah disampaikan sejak tahap awal proyek, namun Mencari Celah Pemecahan Masalah Pembelajaran Menggunakan Mekanisme Akuntabilita Asian Development Bank (ADB) atas Dampak Negatif PLTGU Jawa-1 sebagian besar belum direspons secara memadai oleh pihak perusahaan maupun oleh ADB.